Penerapan Industri 4.0 dalam Sistem Pembayaran

Sistem Pembayaran merupakan sistem yang berkaitan dengan pemindahan sejumlah uang dari satu pihak ke pada pihak yang lain. Secara singkat dapat diartikan sebagai cara melakukan pembayaran. Nah seiring berkembangnya jaman sistem pembayaran saat ini sudah tidak seperti dulu lagi, jika pada zaman dulu orang melakukan pembayaran dengan sistem barter lalu mulai mengenal mata uang logam, kertas. kali ini didalam perkembangan Industri 4.0 Pembayaran sudah bisa melalui penggunaan teknologi. Untuk lebih lenkapnya bisa baca dibawah ini.

Uang Elektronik 
Seiring berjalannya waktu, membawa uang mulai dianggap tidak aman. Maraknya pencurian, perampokan, dan pemalsuan membuat orang takut menyimpan atau membawa uang dalam jumlah banyak. Untuk itu, mulailah tercipta uang elektronik atau e-money. 

Hal ini tidak terlepas dari sistem perbankan yang memudahkan manusia menyimpan uang. Di era digital seperti saat ini, uang elektronik terus berkembang. Pembeda uang elektronik dengan uang kertas dan koin adalah bentuknya saja yang digital. Artinya, nilai yang disimpan secara elektronik, dikeluarkan pada penerimaan dana dengan jumlah yang tidak kurang nilainya daripada nilai moneter yang dikeluarkan. Hal ini merupakan tuntutan dan tantangan terhadap berbagai aktivitas digital masyarakat yang ada kini.

Uang Kripto 
Cryptocurrency atau mata uang kripto sekilas memang mirip dengan mata uang elektronik. Hanya saja, ia juga merupakan aset yang digunakan sebagai alat tukar. Keduanya cukup berbeda, dimana struktur mata uang elektronik diatur secara terpusat yang melibatkan sekelompok orang di bank sentral dan komputer yang mengatur transaksi dalam jaringan. Sementara mata uang kripto atau cryptocurrency terdesentralisasi dan aturan dibuat oleh mayoritas masyarakat. Salah satu uang kripto yang paling terkenal adalah bitcoin. 

Meski begitu, beberapa perusahaan juga mengembangkan mata uang kripto seperti Ethereum, Ripple, dan Litecoin. 

Financial Technology “Cashless Society” 
Teknologi yang disruptif telah menyentuh hampir sebagian besar aspek kehidupan. Terutama dalam era revolusi industri 4.0 ini, lahirnya inovasi-inovasi terbaru berbasis teknologi semakin tak terbendung, tak terkecuali dalam bidang keuangan atau yang biasa disebut Fintech.
Fintech (Financial Technology) adalah inovasi di bidang jasa keuangan. Fintech memberikan pengaruh kepada masyarakat secara luas dengan memberikan akses terhadap produk keuangan sehingga transaksi menjadi lebih praktis dan efektif. 

Perkembangan digital yang semakin maju telah banyak mentranformasi banyak bidang, salah satunya adalah industri usaha. 

Digitalisasi pada industri bisnis cukup banyak merubah bagaimana para pelaku usaha melakukan kegiatan ekonominya. Contoh dalam perkembangan digital dalam industri sendiri misalnya penggunaan mesin kasir modern yang berupa aplikasi dan berbasis penyimpanan cloud milik PT. 
Dinamika yang tidak hanya memiliki fungsi mempermudah bertransaksi pembelian tetapi juga menyediakan laporan penjualan, mengatur inventaris, membuat program promosi hingga menentukan peran karyawan, yang semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi. 

Revolusi Finansial dengan Cashless Society 
Selain aplikasi kasir modern, perkembangan digital pun telah merambah ke sektor keuangan di Indonesia dan telah merevolusi sistem pembayaraan saat ini. Bahkan, menurut penelitian yang dilakukan oleh Consumer Payment Attitudes Study 2016, sebanyak 80% masyarakat Indonesia lebih suka menggunakan pembayaran elektronik untuk transaksi. Ini berarti semakin sedikit masyarakat yang membawa uang tunai. 

Perkembangan ini juga telah menciptakan komunitas yang disebut Cashless Society untuk orang-orang yang lebih sering menggunakan pembayaran elektronik sebagai instrumen kegiatan ekonominya. Di Indonesia sendiri, pembayaran elektronik yang masih mendominasi adalah penggunaan kartu baik debit, kredit atau electronic money. Yang terbaru dan semakin berkembang pesat adalah penggunakan e-wallet atau dompet elektronik. Beberapa dompet elektronik yang merajai revolusi finansial di Indonesia adalah :
1. OVO milik Lippo Grup 
2. T-Cash milik Telkomsel 
3. GrabPay milik Grab 
4. Go-Pay milik Go-Jek 

Pembayaran melalui dompet elektronik sendiri digunakan untuk tujuan spesifik, misalnya saja untuk pembelanjaan online, pembayaran transportasi online, membeli pulsa, membayar pintu tol, parkir hingga untuk membeli makanan. 

Kemudahan inilah yang kemudian banyak masyarakat yang mengadopsi metode pembayaran digital melalui dompet elektronik. Akan tetapi, dibalik kemudah tersebut ada hal lain yang mendorong minat masyarakat untuk menggunakan sistem tersebut. 

Dari survey yang dilakukan oleh Jakpat, sebanyak 80% respon memilih menggunakan pembayaran digital dikarenakan banyaknya promo berupa diskon, insetif produk, undian berhadiah hingga bonus yang diberikan oleh penyedia layanan pembayaran digital.

Kendala dalam Fintech 
Tantangan industri fintech pada masa mendatang tak bisa dipungkiri lagi, kemudahan menjadi kunci pertumbuhan fintech di Indonesia. Konsumen, terutama generasi muda dan millennial, mencari sebuah pengalaman yang seamless ketika harus melakukan transaksi pembayaran di sela kesibukkan sehari-hari mereka, di era yang serba cepat saat ini. Adanya revolusi pembayaran terutama pada industri eknonomi juga didukung oleh pemerintah dan juga Bank Indonesia. 

Hal ini karena menurut Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, pemanfaatan pembayaran digital di Indonesia telah mendorong pertumbuhan perkonomian di hingga mencapai 7% di tahun 2017. 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia lewat pembayaran digital sudah maju, tapi banyak masyarakat yang belum tahu. Ia juga menambahkan bahwa meski pertumbuhan perekonomian melalui pembayaran digital telah berkembang, tetapi banyak juga masyarakat yang masih belum menggunakan dan diedukasi mengenai revolusi pembayaran ini. 
Oleh karena itu, pada tanggal 14 Agustus 2014 lalu pemerintah mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakan akan penggunaan uang elektronik sebagai instrumen pembayaran. 

Dari sisi infrastruktur, pengembangan akses internet pita lebar (broadband) terus dilakukan pemerintah di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau. Bahkan, penyediaan pita lebar generasi berikutnya, dalam hal ini 5G, juga sudah mulai dijajaki pelaku industri telekomunikasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus meningkat. Namun, perlu diingat bahwa keamanan cyber dalam penyediaan layanan transaksi pembayaran perlu menjadi perhatian besar penyedia layanan. 

Selain tentunya bagaimana penyedia layanan bisa melindungi data privasi konsumen. Ini merupakan tantangan yang harus dihadapi semua pihak terkait, baik pelaku usaha fintech, pengambil keputusan maupun pemerintah. Penting untuk memiliki kerangka regulasi di tingkat regional untuk memastikan pelaku usaha fintech bisa melindungi konsumen dari serangan cyber dengan baik. Selain itu, penyedia layanan fintech juga perlu memberikan perlindungan yang memadai terkait data pribadi konsumen. Perkembangan teknologi yang begitu cepat ini memang menciptakan disrupsi di berbagai aspek. 

Meski begitu, inovasi di bidang fintech harus terus dilakukan terutama di tengah kondisi ekonomi global yang begitu dinamis akhir-akhir ini. Karena, produk fintech yang inovatif bisa menjadi ujung tombak dalam menghadapi ekonomi global yang dinamis, khususnya dalam hal inklusifitas keuangan.

Manfaat Fintech 
Keberadaan Fintech sangat mempengaruhi gaya hidup masyarakat ekonomi. Perpaduan antara efektivitas dan teknologi memiliki dampak positif bagi masyarakat pada umumnya. 

Terdapat beberapa manfaat adanya Fintech di lingkungan masyarakat, manfaat pertama yaitu, Fintech dapat membantu perkembangan baru di bidang startup teknologi yang tengah menjamur. Hal ini dapat membantu perluasan lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi tersebut mendatangkan manfaat kedua yaitu peningkatan taraf hidup masyarakat. 

Fintech dapat meningkatkan ekonomi secara makro. Kemudahan yang ditawarkan oleh Fintech dapat meningkatkan penjualan e-commerce. 

Manfaat terakhir yang paling dapat dinikmati oleh masyarakat banyak adalah dapat menjangkau masyarakat yang tidak dapat dijangkau oleh perbankan konvensional. Pembayaran digital sejatinya tidak hanya memudahkan masyarakat dalam bertransaksi. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel